Stasiun Tawang di mata Blogger (2)

setelah mengulas stasiun tawang versi 1 kali saya ingin menambahkan satu ulasan lagi yaitu :
a. ketika giliran saya membeli tiket setelah antri cukup panjang, tiba-tiba petugas meletakkan tulisan : Komputer Off-Line (MAAF). Kalau saya sih, mungkin bisa bersabar, tiba-tiba saja seorang Bapak nyeletuk dengan nada tinggi ,” Berapa lama lagi Mbak, menunggu komputernya ?” Dan, jawaban petugas penjual tiket dengan wajah lelah dan tanpa empati ,”iya Pak, masih diusahakan,” .

b. Di antrian sebelah saya, ada Bapak yang ketika beli diminta KTP nya, maka dengan nada kesal sang Bapak menjawab,”dari dulu saya beli itu tidak pernah pakai ktp, dan saya adalah pembeli setia , saya sudah membeli ribuan kali,” .  lagi-lagi jawban petugas KA ,”Tapi ini aturan baru Pak, jadi harus pakai KTP,”

c. Seorang satpam mendekati petugas penjual tiket, dan bisik-bisik membeli tiket tanpa antri, satpam tersebut membelikan seorang yang memakai sarung, setelan jas dan peci hitam. Sebuah contoh yang tidak baik, menyelewengkan jabatan sebagai satpam atau memang ada fasilitas khusus buat petugas dan penjual tiket jika ingin membelikan tiket ? Seperti para TNI atau Anggota korpri yang mendapat diskon khusus.

melalui tulisan ini, saya ingin berbagi solusi kepada pihak KA , ini adalah sebuah solusi sederhana saja. Karena saya percaya di jajaran kereta api Indonesia terdapat manusia unggul dan memiliki ide brilyan.

1. Meng-up_Grade Komputer dan fasilitas yang ada di setiap stasiun Kereta Api. Minimal meningkatkan performa komputer dan sambungan internet  sehingga bisa mengurangi (meniadakan) kejadian lemot pada komputer saat melayani konsumen.

2. Ada sosialisasi efektif dari Humas PT KAI, tentang aturan-aturan dalam pelayanan, bukan hanya aturan yang mengatakan bahwa anak-anak juga ikut membayar seperti orang dewasa. dalam sosialisasi ini banyak media yang bisa digunakan bahkan gratis, semisal menggunakan media blog dan bantuan para blogger

3. Mengadakan pelatihan mental dan spiritual, termasuk juga pelatihan dengan seminar / workshop, outbond kepada jajaran karyawan dan staff KAI secara intensif sehingga tercipta budaya Antri itu asyik, ber-empati dan kualitas unggul pada jajaran paling bawah di KAI yang bersentuhan langsung dengan konsumen .
Untuk pelatihan bisa klik blog pelatihan dan seminar : hidupbaru.net

demikian ide sederhana saya untuk PT KAI. Saya berharap PT KAI bertransformasi melebihi apa yang diminta oleh konsumennya, jika transformasi profesional belum terjadi, minimal transformasi empati kepada pelanggannya dengan senyum tulus melayani. Melayani para konsumen secara mikro, danmelayani Indonesia secara makro, melayani sebagai wujud cinta tanah air dan menjadi model transportasi terbaik di dunia meskipun dibatasi oleh teknologi lama.

TEMBUSAN :
* Pak Dahlan Iskan  : Menteri BUMN
* Pak SBY : Presiden Republik Indonesia.

Tulisan sederhana ini, bukan apa-apa dan tanpa maksud apa-apa, bukankah setiap kejadian di alam semesta ini sudah digariskan oleh Tuhan ? Bahkan daun yang jatuh sekalipun sudah ada catatannya di Lauh Mahfudz. maka melalui tulisan sederhana ini, saya ingin berbagi ide sederhana. Intinya kita berusaha sesuai dengan kemampuan yang kita bisa. Saya sebagai penulis, maka wujud berbagi saya adalah dengan menulis seperti ini. Ketika saya menulis di sini, saya yakin keajaiban pasti terjadi. Keajaiban di tubuh PT KAI atau keajaiban terhadap diri saya sendiri sebagai penulis sederhana.

Keajaiban hanya terjadi dan menghampiri mereka yang mau bertindak.

Masih banyak area di PT Kereta Api Indonesia yang bisa dibahas dan dicarikan solusi menuju transformasi Terbaik pertranspotasian di Indonesia, Insyaallah akan saya tulis pada serial tulisan mengenai Kereta Api.  Dan saya mengawalinya dengan menulis stasiun Tawang Semarang.

Iklan

Tentang ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
Pos ini dipublikasikan di 2 Inspirasi Menulis Buku dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

KOMENTAR

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s